Minggu, 04 September 2016

Ini Alasan Mengapa SPBU di Tugu Suharto, Semarang Ditutup (dalam perbaikan)


orang pengawas SPBU Sampangan di Kota Semarang, Zarkoni, mengatakan hanya dapat melayani pengisian premium dalam jumlah terbatas. "Karena stok premium kita sudah mulai dibatasi. Kondisi ini bahkan mulai terjadi sejak 18 Agustus kemarin," ujarnya kepada merdeka.com, Senin (25/8).

Adanya pembatasan pasokan premium kali ini cukup berdampak terhadap omzet penjualannya. Bila pada hari normal bisa menjual 10-11 ton, tapi saat ini jumlahnya jauh berkurang.

Meski demikian, berkurangnya pasokan premium masih bisa ditutupi dengan pengalihan pembelian ke BBM jenis solar. Sementara itu, salah seorang operator pompa bensin di SPBU Sampangan, Nur Alim, juga mengatakan stok premium sudah berkurang banyak sejak Minggu (24/8) kemarin.

"Dari semula 24 kilo liter kini hanya dapat 8 kilo loter saja," ungkap Alim

Minggu, 28 Agustus 2016

Ini Kendala di Kali Depan SMP 13 Semarang








     Diseberang kali terlihat suatu warung/kucingan mangkal disitu, yang menyebabkan sungai/kali disitu (bisa) menjadi tempat pembuangan sampah.

 



     Pengendapan tanah yang berlebihan harus segera diatasi, supaya tidak terjadi pendangkalan saluran air.

Minggu, 14 Agustus 2016

Menteri ESDM Arcandra Bantah Telah Menjadi Warga Negara AS

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ‎Arcandra Tahar menegaskan masih memegang paspor Indonesia. Hal tersebut menjadi bukti dirinya masih merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Penegasan ini sebagai bentuk bantahan kabar yang menyebutkan dirinya sudah menjadi Warga Negara Amerika Serikat, melalui proses naturalisasi pada Maret 2012 dengan diambilnya oath of allegiance atau sumpah setia kepada negara Amerika Serikat. 

Candra memastikan masih menjadi WNI meski telah bermukim dan berkarir di Amerika Serikat selama 20 tahun. Bahkan dia menegaskan bukti paspor Indonesia yang dapat dibuktikan validitasnya. "Saya masih pegang paspor Indonesia, masih valid," kata Candra di Kementerian ESDM, Jakarta Minggu (14/8/2016).

Sebelumnya, beredar kabar yang mempertanyakan integritas Menteri ESDM Arcandra Tahar terkait kewarganegaraan mengingat posisi Candra memegang jabatan yang luar biasa strategis bagi bangsa dan negara bisa menjadi potensi ancaman bagi keamanan nasional RI.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik sejumlah menteri baru terkait perombakan kabinet pada Rabu (27/7/2016) lalu. Arcandra Tahar ‎terpilih menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said. 

Sebelumnya Arcandra menjabat sebagai presiden pada perusahaan yang bergerak pada bidang energi dan perminyakan Petroneering Hoston di Texas‎.

Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi dan rekayasa yang berfokus pada desain dan pengembangan anjungan lepas pantai lebih tahan lama, efektif, dan aman. Jabatan tersebut didudukinya sejak Oktober 2013.

Candra merupakan jebolan teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia melanjutkan studi strata 2 dan 3 di A&M University Texas Amerika jurusan Ocean Enginering.

Candra memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang hidrodinamika dan rekayasa lepas pantai. Dia  mengembangkan keahlian khusus melalui sekolah yang luas dan melalui pengalaman praktis di industri.

Dia telah bekerja dengan penemu dari pengeboran dan produksi sistem mengambang dan compliant, Spar, TLP, Compliant Tower, Apung Menara dan Multi Colum Floater selama 13 tahun terakhir.

TLP dan produk Spar sendiri mewakili sebagian besar dari semua mengambang sistem pengeboran dan produksi gabungan operasional di dunia saat ini.  Arcandra Tahar diberikan tiga hak paten pada bidang pengembangan migas lepas pantai.(Pew/Nrm)

Kamis, 11 Agustus 2016

Kabar Rio

Rio de Janeiro - Sri Wahyuni Agustiani, seorang lifter putri yang berhasil mempersembahkan medali perak untuk kontingen Indonesia diOlimpiade Rio de Janeiro 2016.

Pada hari Minggu (7/8/2016) pagi WIB, Yuni --sapaan karib Sri Wahyuni-- tampil di kelas 48 kilogram pada Olimpiade 2016. Dia meraih medali perak setelah sukses mengangkat beban seberat 192 kilogram.

Total beban yang berhasil diangkatnya kalah delapan kilogram dari lifter Thailand, Sopita Tanasan yang meraih medali emas. Sopita sukses mengangkat beban total seberat 200 kilogram.

Sebenarnya, Yuni punya kesempatan medali emas. Pada percobaan clean and jerk, Yuni coba mengangkat beban seberat 115 kilogram. Sayangnya, usaha Yuni mengangkat beban tersebut hingga dua kali percobaan gagal.

Sukses meraih medali perak di Olimpiade 2016, Yuni berhak mendapat bonus sebesar Rp 2 miliar dari pemerintah Indonesia.

Ada beberapa fakta menarik sola Yuni, lifter pertama yang menyumbang medali untuk kontingen Indonesia, apa saja itu? Simak di halaman selanjutnya.

Jangan lupa kunjungi fans page kami di https://m.facebook.com/Bejoformasi/, Dan jangan lupa like dan share,thanks.

Bawa Jimat, Jemaah Haji Asal Madura Ditahan Imigrasi Madinah


Madinah- Jemaah haji asal Madura berinisial AM diinterogasi petugas imigrasi di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Penyebabnya, karena sang tamu Allah tersebut dicurigai membawa barang yang menyerupai jimat.

Ketua Perlindungan Jemaah Haji, Panitia Petugas Ibadah Haji (PPIH) Jaetul Muhlis menuturkan, kejadian itu sebenarnya hanya kesalahpahaman antara jemaah dengan pihak imigrasi.

Barang berupa bungkusan berisi kertas bertuliskan huruf Arab itu sebenarnya hal biasa bagi jemaah tersebut, namun petugas menganggapnya sebuah jimat.

"Hanya minta klarifikasi saja. Karena adanya ketidaklaziman bagi orang Arab. Sebab benda itu dianggap dapat membahayakan atau menzalimi orang lain," ucap Jaetul di Madinah, Kamis (11/7/2016).

Jemaah haji asal Madura itu ketahuan membawa barang tak lazim saat dia tiba di Bandara Madinah, pada Kamis sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi (WAS). Keberadaan barang itu terungkap saat pemeriksaan X-Ray. Ketika dibuka, barang tersebut berisi kertas bertuliskan huruf Arab.

Gara-gara barang tersebut, jemaah haji itu harus menjalani pemeriksaan selama 9 jam mulai pukul 02.00 hingga 11.15 WAS. Proses pemeriksaan itu didampingi oleh petugas haji.

"KJRI langsung respons. Kita koordinasi. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Kita (PPIH) terus lakukan pengawasan dan perlindungan," ujar Jaetul.

Berkaca dari kejadian itu, Jaetul meminta embarkasi di Tanah Air untuk menyosialisasikan hal tersebut kepada jemaah. Terutama terkait barang-barang yang boleh dibawa jemaah dalam menunaikan rukun Islam kelima.

"Saya minta hal ini disosialisasikan di embarkasi-embarkasi Tanah Air. Selain itu, para jemaah juga diminta meninggalkan barang-barang jimat. Kalau mau pergi haji, barang itu enggak usah dibawa," ujar dia.

Selain barang klenik, jemaah haji juga dilarang membawa obat-obatan dan uang secara berlebihan.

"Sosialisasi ini sebenarnya sudah dilakukan, bahkan sampai ke tingkat kecamatan saat manasik melalui kelompok bimbingan ibadah haji," jelas pria berpangkat kolonel tersebut.

Jangan lupa kunjungi fans page kami di https://m.facebook.com/Bejoformasi/, Dan jangan lupa like dan share,thanks.

Senin, 08 Agustus 2016

6 Fakta Menarik Sri Wahyuni Peraih Medali Perak di Olimpiade 2016


Pada Minggu (7/8/2016) pagi WIB, Yuni --sapaan karib Sri Wahyuni-- tampil di kelas 48 kilogram pada Olimpiade 2016. Dia meraih medali perak setelah sukses mengangkat beban seberat 192 kilogram.

Ada beberapa fakta menarik sola Yuni, lifter pertama yang menyumbang medali untuk 
kontingen Indonesia, apa saja itu? 

Fakta menarik Sri Wahyuni

1. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Yuni berhasil meraih medali perak di kelas 48 kilogram.

2. Yuni berhasil meraih medali emas pertama untuk Indonesia pada ajang Islamic Solidarity Games (ISG) ketiga tahun 2013 di Palembang, Sumatera Selatan. Ketika itu dia berhasil mengangkat beban total 184 kilogram.

3. Masih pada 2013, Yuni meraih medali emas di SEA Games Myanmar. Ketika itu dia berhasil menaklukkan juara bertahan dari Thailand, Panida Khamsri. Total angkatan Yuni pada SEA Games 2013, yakni 188 kilogram.

4. Wanita kelahiran Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu pencetak rekor pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional X di Yogyakarta pada 2009. Yuni mampu mengalahkan rekor Dewi Safitri yang mengangkat berat total 120 kilogram. Total angkatan Yuni saat itu seberat 127 kilogram.

5. Yuni juga menyabet medali perak pada Kejuaraan Asia di Astana Kazakhstan tahun 2013. Ketika itu, total berat yang berhasil diangkatnya, yakni 106 kilogram.

6. 192 kilogram merupakan beban terberat yang pernah diangkatnya. Itu empat kilogram lebih berat dari total beban yang diangkatnya pada SEA Games 2013.

Sumber : http://bola.liputan6.com/read/2571159/6-fakta-menarik-sri-wahyuni-peraih-medali-perak-di-olimpiade-2016?p=1

Tanggapan Ahok soal Ide Mendikbud Terapkan Sekolah Sehari Penuh

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok angkat bicara tentang rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy menambah jam belajar di sekolah lewat sistem baru yaitu full day school (FDS) atau sekolah sehari penuh.


Ahok menilai tak ada yang aneh dengan peraturan baru itu. Sebab, anaknya yang masih duduk di bangku sekolah juga sudah menjalankan sistem tersebut. "Anak saya juga pulang sore terus," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (8/8/2016).


Mantan Bupati Belitung Timur itu menyebut tak ada masalah dengan jam sekolah yang ditambah. Pendapat Ahok itu berkaca dari pengalaman anaknya yang juga berada di sekolah dari pagi hingga sore hari.

"Anak saya juga gitu, enggak apa-apa," ucapnya.


Diketahui, apabila sistem itu diterapkan, para siswa nantinya akan pulang sekolah lebih sore, yakni pukul 17.00 WIB. Tujuan sistem baru itu salah satunya adalah agar guru dapat maksimal mendidik siswa di sekolah.

Menteri Muhadjir sebelumnya mengatakan bakal banyak hal positif yang timbul saat sistem baru ini diberlakukan. Ia menjelaskan, sistem sekolah sehari penuh mengharuskan siswa menyelesaikan belajar pada pukul 17.00 WIB.

Kondisi ini membuat orangtua bisa menyesuaikan jam pulang kantor sekaligus menjemput anak sekolah.

"Kemudian kan kalau nanti pulang pukul 17.00 WIB, kalau masyarakat kota kan umumnya pulang pukul 17.00 WIB, nanti bisa jemput anaknya lah pulang bersama," kata Muhadjir di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin ini.


Berbeda dengan sekarang, kata Muhadjir, siswa sudah pulang sekolah pada pukul 13.00 WIB, sedangkan orangtua belum pulang saat siswa sudah pulang. Di sisi lain, anak sudah dilepas oleh sekolah setelah pulang, sehingga tak ada yang mengawasi.


"Justru ini yang saya duga terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh remaja, celah ini ketika tidak ada satu pun orang yang bertanggung jawab ini, karena orangtuanya masih bekerja sekolah sudah melepas dia," jelas dia.