Diseberang kali terlihat suatu warung/kucingan mangkal disitu, yang menyebabkan sungai/kali disitu (bisa) menjadi tempat pembuangan sampah.
Pengendapan tanah yang berlebihan harus segera diatasi, supaya tidak terjadi pendangkalan saluran air.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menegaskan masih memegang paspor Indonesia. Hal tersebut menjadi bukti dirinya masih merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Penegasan ini sebagai bentuk bantahan kabar yang menyebutkan dirinya sudah menjadi Warga Negara Amerika Serikat, melalui proses naturalisasi pada Maret 2012 dengan diambilnya oath of allegiance atau sumpah setia kepada negara Amerika Serikat.
Candra memastikan masih menjadi WNI meski telah bermukim dan berkarir di Amerika Serikat selama 20 tahun. Bahkan dia menegaskan bukti paspor Indonesia yang dapat dibuktikan validitasnya. "Saya masih pegang paspor Indonesia, masih valid," kata Candra di Kementerian ESDM, Jakarta Minggu (14/8/2016).
Sebelumnya, beredar kabar yang mempertanyakan integritas Menteri ESDM Arcandra Tahar terkait kewarganegaraan mengingat posisi Candra memegang jabatan yang luar biasa strategis bagi bangsa dan negara bisa menjadi potensi ancaman bagi keamanan nasional RI.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik sejumlah menteri baru terkait perombakan kabinet pada Rabu (27/7/2016) lalu. Arcandra Tahar terpilih menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said.
Sebelumnya Arcandra menjabat sebagai presiden pada perusahaan yang bergerak pada bidang energi dan perminyakan Petroneering Hoston di Texas.
Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi dan rekayasa yang berfokus pada desain dan pengembangan anjungan lepas pantai lebih tahan lama, efektif, dan aman. Jabatan tersebut didudukinya sejak Oktober 2013.
Candra merupakan jebolan teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia melanjutkan studi strata 2 dan 3 di A&M University Texas Amerika jurusan Ocean Enginering.
Candra memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang hidrodinamika dan rekayasa lepas pantai. Dia mengembangkan keahlian khusus melalui sekolah yang luas dan melalui pengalaman praktis di industri.
Dia telah bekerja dengan penemu dari pengeboran dan produksi sistem mengambang dan compliant, Spar, TLP, Compliant Tower, Apung Menara dan Multi Colum Floater selama 13 tahun terakhir.
TLP dan produk Spar sendiri mewakili sebagian besar dari semua mengambang sistem pengeboran dan produksi gabungan operasional di dunia saat ini. Arcandra Tahar diberikan tiga hak paten pada bidang pengembangan migas lepas pantai.(Pew/Nrm)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tak terlalu memikirkan isu tiga juta KTP yang menolak dirinya. Ahok menyebut tiga juta KTP tersebut belum ada karena baru akan dikumpulkan.
"Sah-sah saja secara politik. Namanya demokrasi," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).
Ahok tak mau ambil pusing soal pengumpulan tiga juta KTP itu. Namun, belakangan diketahui pengumpul KTP dikoordinir oleh ketua RT/RW setempat. Mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan para ketua RT/RW tak boleh berpolitik.
"Tapi yang jadi masalah kalau ketua RT/RW yang main. Mereka nerima APBD dari uang Qlue. Siapapun yang menerima APBD tak boleh berpolitik," terang dia.
Meski begitu, Ahok mempersilakan para ketua RT/RW tersebut mengumpulkan KTP. Sebab, Ahok menilai pada realitanya tak selalu jutaan KTP tersebut bisa dikumpul. Bahkan, KTP tersebut tak bisa diprosedural secara hukum untuk menolak Ahok.
"Itu kan menyatakan penolakan saja. Enggak ada berarti apa-apa. Ya sudahlah mau apa juga terserah mereka," tandas Ahok.
Beredar formulir di daerah Jakarta Timur yang meminta warga untuk menolak Ahok sebagai Gubernur DKI. Sejumlah orangtua murid pun diminta untuk mengisi formulir tersebut untuk menolak Ahok.
Sumber: http://metrotvnews.com/news/politik/ybD18gRk-ahok-tak-ambil-pusing-pengumpulan-3-juta-ktp-penolakan